Menonton Video Pendek Membuat Kita Sulit Memahami Konteks

Image : Generated by Gemini

Disini ada gak sih diantara kalian yang semakin hari semakin bosan dengan konten di Tiktok atau instagram? Karena content video pendek, hanya mengandalkan hook, berbicara keras, agak lebay bahkan terkesan nyinyir?

Kadang yang di omongin juga kurang penting. Seperti mengomentari berita artis atau berita-berita yang lagi viral di media sosial.

Semakin kesini era content video, membuat banyak orang menjadi multi tafsir. Banyak netizen yang sering salah presepsi karena tidak melihat konteksnya secara untuh. 

Banyak sekali berseliweran video podcast atau wawancara yang dipotong setengah-setengah. Sehingga sering kali di goreng oleh netizen

Lama-kelamaan kita semakin sulit untuk fokus, sulit membaca, dan menonton video yang lebih panjang.  Lebih parahnya lagi, kita jadi sulit memahami konteks dari videonya karena sudah terbiasa menonton video yang lebih cepat.

Belum lagi, kebiasaan scroll yang terus menerus, sampai tak terasa menghabiskan waktu selama 1-2 jam.Membuat tanggan pegal, tak jarang kepala jadi pusing karena informasi dalam video yang terlalu bising.

Sekarang era menikmati content juga berubah. Jika dulu kita mencari, atau mem-follow teman atau seseorang untuk mendapatkan pembaharuannya. 

Saat ini media sosial memiliki algoritma yang berbeda. Bahkan kamu bisa mendapatkan  content dari akun yang gak kamu follow. Karena algoritma membaca kebiasaan kamu, mereka menampilkan video-video yang mirip dengan kebiasaan dan kesukaan kamu. Misalnya kamu senang menonton konten teknologi, maka mereka akan memberikan content-content yang mirip yang kira-kira bakal kamu sukai.

Ingat hari ini kita tidak mencari konten, tapi konten lah yang mendatangi kita.

Maka menyaring informasi yang kita dapatkan sangat penting. Terlebih kita juga harus memahami konteks video atau content tersebut. Siapa yang berbicara, dari mana sumbernya, jangan sampai karena mereka yang menyampaikan opini lebih keras, lebih banyak like, dan komentar  jadi dianggap benar.
 
image: Gemini, Ai

0 Komentar:

Posting Komentar

Ruang ekspresi dan free writing tanpa batas algoritma. Membaca kehidupan lewat kata, emosi, dan kejujuran.