Menggunakan AI sebagai partner

(C) Djournalin

Tiga tahun lalu, tepatnya pada 2023. Untuk pertama kalinya saya menggunakan AI. Saya mencoba menggunakan Gemini dan Chat GPT baik versi gratis dan berbayar.

Saat itu, saya merasa kemampuan menjawab dan membuat tulisan dari Chat GPT masih terlalu kaku baik dari segi bahasa dan strukturnya.

 Sementara untuk Gemini, karena dia produk Google saya merasa lebih update saat itu, dan saat itu saya lebih menggunakan Gemini karena bahasa dan hasilnya lebih sesuai di saya.

Gemini AI saya mencoba menggunakannya untuk membantu idea content, idea topik untuk artikel dengan search volume pencarian yang besar. 

Rasa penasaran saya pun menggelitik, jika AI ini saya gunakan untuk membantu penulisan di blog seo saya yang lama agar selalu update apakah bisa ya?

Untuk sekedar bisa, tentu bisa. Tapi, kita juga harus mengecek, mengoreksi dan memberikan sentuhan manusia agar artikelnya lebih terasa natural kala itu.

Untuk hasilnya ada beberapa artikel yang naik, ada juga yang biasa saja. Untuk artikel yang naik biasanya artikel yang study case-nya jarang di Google ataupun baru (belum banyak di bahas di internet). Misalnya kala itu, saya menulis tentang kurikulum cambridge, laporan tahunan dari salah satu emiten yang melantai di Bursa Efek.

Saat ini, jika kamu menulis hanya memikirkan traffic. Itu sudah terlalu old school, pageview bukan lagi jaminan artikel tersebut bagus di mata Google.

Saat ini, Google sudah menggunakan AI mode dalam pencariannya. Jika artikel kamu berbobot maka generative AI akan merekomendasikan tulisanmu di hasil penelurannya tanpa harus orang mengklik website-mu.

Jika pengguna penasaran, ada kemungkinan website kamu bisa di klik dan ditelusuri lebih lanjut oleh pengguna.

Dahulu, selain pageview artikel yang bertengger di halaman utama Google menjadi target banyak orang saat itu.

Tapi saat ini, Google membersihkan hasil penelusuran dari website-website anonim yang kurang kredibel. Misalnya yang membahas kesehatan, Google lebih merekomendasikan website Halodoc, Klik Dokter, atau website Rumah Sakit yang artikelnya ditulis atau di bawah pengawasan dokter.

Menurut saya, hal ini ada baiknya. Karena kita akan benar-benar mendapatkan jawaban yang kredibel dibanding jawaban dari website yang tidak jelas.

Kabar buruknya, website-website para pelaku SEO dan blogger semakin sulit mendapatkan traffic organik Google.

Menurut saya, Google bukan satu-satunya mesin pencari karena masih ada Bing dan Yahoo yang bisa digunakan. Selain itu, kita masih bisa mendapatkan traffic dari social media, forum, ataupun aplikasi chat.

Meskipun saat ini, blog sudah tidak menjadi primadona di tengah menjamurnya content creator video. Blog hanyalah sebuah platform menulis, dan kegiatan dari menulis itu sendiri tidak akan hilang selama masih ada peradaban manusia yang mau berpikir dan bersosial.

1 Komentar

  1. aku sendiri nggak nyangka kalau teknologi sekarang semakin maju. Hebatnya lagi AI bisa membantu meringankan tugas-tugas pekerja pada umumnya, mulai mencari ide atau sebagai asisten.
    aku sendiri kadang pake bantuan AI, kadang juga enggak, mungkin bisa dibilang tergantung mood juga

    BalasHapus

Ruang ekspresi dan free writing tanpa batas algoritma. Membaca kehidupan lewat kata, emosi, dan kejujuran.