![]() |
| Ilustrasi by Gemini AI |
Search Engine Optimization atau SEO bahasa gampangnya adalah ketika kita menjadi peringkat satu di Google atau Search Engine. Perkenalan saya dengan SEO saat bekerja di digital agency, pada 2012. Saat itu, saya berada di divisi SEO dan SMM (Social Media Marketing).
Saya sendiri saat bekerja di digital agency adalah Social Media Specialist, dimana saya dedicated untuk brand sebuah mobil keluarga buatan Jepang bernama Daihatsu dengan tagline Daihatsu Sahabatku.
Karena client-nya waktu itu, untuk social media baru satu. Saya bisa mengerjakan pekerjaan lain yang ada di divisi saya. Saat itu, saya sudah memiliki blog sejak 2008 dan sudah senang dengan dunia menulis.
Alhasil, saya ikut menulis blog dengan tulisan yang memiliki keyword-keyword tertentu untuk client. Seperti Commlife dengan keyword Asuransi Jiwa Terbaik, L.A Lights dengan keyword Gosip Hangat dan Berita Terbaru.
Hingga saya punya study case salah satu developer perumahan di Karawang, yang datang kepada kami bukan ingin naik di Google, tapi ingin turun. Karena mereka memiliki image banjir, apabila di cari di Google kala itu.
Memang pada 2012, pernah ada masa banjir cukup besar yang melanda beberapa titik di Jabodetabek.
Dari dunia blog dan SEO saya waktu itu, banyak sekali belajar dari teman saya, mastah SEO saya yang jauh lebih berpengalaman. Berikut beberapa nostalgia pengalaman dari pekerjaan SEO di digital agency:
1. Membuat Blog Dummy dan Membeli Domain
Ini yang teman-teman dan saya lakukan. Selain memiliki blog utama, saat itu saya memiliki beberapa blog dummy di blogspot dan Tumblr, hingga Multiply. Sisa blog dummy dari SEO saat itu, saya membuat blog segelasinfo.com yang kemudian tutup di 2024.
Saat itu, saya membeli dua domain blog untuk blog personal dan blog SEO. Saya membeli domain seharga 100ribu di Rumahweb.com. Waktu itu, saya menyeting blog dibantu oleh tim teknisi dari Rumah Web, karena ada teknis yang agak sulit dab gak bisa-bisa. Akhirnya saya memberikan password blog dan kemudian dibantu, setelah selesai saya ganti password-nya.
di 2012, kala itu password gmail tidak se sensitif sekarang dan tidak ada produk perbankan atau lainnya yang sinkron dengan Gmail saya waktu itu. Saat itu, bagi saya Gmail menjadi email kedua karena saya pengguna setia Yahoo mail dari 2004.
2. Membangun Backlink dan Menggunakan Sharing Agregator
Yang namanya pelaku SEO pasti melakukan optimasi dengan membuat backlink. Untuk mendapatkan backlink ada beberapa cara mulai dari menulis di artikel blog, menjadi guest post di blog teman, melakukan comment untuk meninggalkan jejak dan mendapatkan kunjungan, hingga menggunakan sharing agregator atau social bookmarking.
Kalau dulu, social bookmarking ada yang namanya jaditerkenal.com, populerkan.com, lintas.me dan ada juga beberapa yang awalnya social agregator menjadi media online termasuk lintas.me itu sendiri. Cara kerja untuk sharing agregator atau social bookmarking, sebenarnya dia seperti website biasa, cuma bedanya kita bisa memposting atau mempromosikan artikel-artikel yang kita buat dan dari situ kita mendapatkan backlink dan traffic.
SEO dahulu, banyak yang optimasi dengan cara banyak-banyakan backlink dan menyebarkan kemanapun. Gak hanya di web sharing agregator, selama ada website yang bisa meninggalkan jejak berupa link hidup, maka ia akan membuat backlink disana.
Bahkan saya pernah telusuri, kemana sebuah website dengan rangking alexa yang tinggi mengoptimalkan backlink-nya. Ternyata mereka melakukan ke banyak tempat, sampai saya melihat ada yang bisa menaruh backlinknya di website radio daerah, sebab web radio tersebut ada jendela box untuk meninggalkan pesan dengan link hidup.
Sekarang, backlink sudah tidak banyak pengaruh karena backlink dari website yang bagus seperti media nasional yang dianggap berkualitas di mata Google karena lebih kredibel.
3. SEO berada di area abu-abu
Dalam dunia SEO itu ada SEO whitehat dan blackhat, dan kami main di area abu-abu. Jadi kami menggunakan cara whitehat terlebih dahulu dengan menulis artikel lalu mengoptimasinya.
Jika belum naik, bisa menggunakan teknik-teknik yang sebenarnya bisa berbahaya dan ditendang Google selamanya. Seperti membeli backlink atau saling nitip backlink ke teman-teman komunitas SEO. Menggunakan mesin optimasi seperti Senuke dan semacamnya.
Namun dalam menggunakannya, kita harus lebih berhati-hati agar lebih aman. Misalnya menggunakan optimasi dengan software tersebut untuk blog dummy bukan untuk web utama.
4. Jadi tahu masyarakat Indonesia masih ada yang se-bodoh itu
Dulu teman sejawat saya, ada yang pernah bekerja remote di perusahaan sebelumnya untuk mengoptimasi SEO. Suatu ketika ia kedapatan mengoptimasi keyword yang landing page-nya ke website Games yang ternyata mengandung unsur taruhan.
Singkat cerita, dia disuruh bosnya untuk membuat akun Mbah dukun yang membuka konsultasi melalui chat (kala itu Yahoo Messanger). Ternyata banyak orang Indonesia yang percaya dan memintanya untuk menebak-nebak nomor buntut. Dalam prakteknya, teman saya sebenarnya cuma ngasih nomor acak secara asal-asalan.
Tapi apa responnya? Banyak orang dari daerah yang percaya. Mereka bilang ini angka-angkanya udah banyak yang keluar nih Mbah. Cuma saya aja yang kurang pas ngerangkainya.
Dia pun pas cerita masa kelamnya, sambil ketawa-ketawa dan merasa berdosa dan dia akhirnya tobat dan keluar dari perusahaan tersebut pada 2012 sebelum akhirnya jadi tim SEO di tempat kami. Dan sama teman-teman kantor dia jadi di panggil si Mbah.
5. Menerapkan SEO di Jualan Online Keluarga
Tidak afdol rasanya jika sudah terjun di SEO, tapi tidak di praktekan untuk diri sendiri. Singkat cerita kakak saya pernah memiliki online shop, jauh sebelum market place seperti Shopee dan Tokopedia booming.
Kala itu, kami membangun website menggunakan blog untuk berjualan. Akhirnya kami mengoptimasi website tersebut di forum seperti Kaskus, Facebook, dan menggunakan teknik-teknik SEO, termasuk mengoptimasi dengan blog dummy untuk mempromosikan produknya.
Dan boom, yang tadinya jualan iseng-iseng. Ketika fokus ke satu produk, produk tersebut malah laku keras. Kalaa itu kami menjual makanan impor dari Jepang bernama Kracie Popin Cookin. Awalnya kami hanya menjadi pengguna, karena suka kemudian akhirnya menjadi re-seller dari importirnya.
Cukup lama juga toko tersebut berkembang sampai menjadi salah satu toko yang populer di Bukalapak, Shopee dan Tokopedia.
Namun pada 2021, era pandemi barang impor agak sulit masuk, lama tidak ada barang di importir tersebut. Akhirnya kakak saya mencoba menjual produk lain, namun gak lama akhirnya tutup toko di 2023.
6. Menjadi panitia seo blog contest
Ini yang paling seru, saya bersama tim mengecek blog-blog terutama dari peserta yang masuk kategori best blog. Karena ada cukup banyak blog yang masuk sekitar 150an lebih. Setelah di sortir tentu saja, saya yang menghubungi beberapa orang tersebut untuk pendistribusian hadiahnya berupa uang tunai. Bahkan ada yang saya transferin tunai ke Bank yang gak jauh dari tempat kerja saya kala itu.
Dari situ, ada beberapa pelaku SEO yang bagus-bagus jadi saya tahu dan kami ajak kerjasama untuk project lainnya. Bahkan ada loh waktu itu, yang masih SMA. Dari blog-blog merekalah, saya mencari tahu kemana tempat-tempat nge-backlink yang berkualitas dan tentu saja gratis.
7. Sering menggunakan sharing/social agregator hingga dibajak kesana
Seperti yang sudah saya, infokan di atas sebelumnya. Saya ada 1 website favorit dan berkualitas tinggi untuk mendapatkan backlink artikel yaitu lintas.me. Info dari teman saya, katanya web tersebut milik Djarum.
Setelah teman saya bilang begitu, gak lama saat saya membuka Linkedin. Saya mendapatkan beberapa message yang menawarkan saya opportunity pekerjaan. Ada dari digital agency dan ada juga dari dari tim Lintas.me, ada kali sekitar 2 bulan gak saya balas pesan tersebut.
Akhirnya saya iseng membalas, dan memberikan CV saya. Singkat cerita akhirnya saya bertemu tim dari Lintas.me sepulang kerja dan keesokannya saya di email dan diberikan offering melebihi dari yang saya tulis waktu itu, serta diberikan waktu untuk one month notice dari tempat lama.
Nah itu, dia 7 nostalgia dan hikmah jadi anak yang kepo dan nyebur ke dunia SEO, meskipun SEO bukan jobdesc utama saya. Sekarang, walau sudah tidak menjadi anak SEO lahi, saya masih sering update mencari tahu SEO melalui Youtube dan website seperti DailySEO.
Menurut saya, sekarang SEO bukan lagi cara agar brand atau produk bisa ditemukan di search engine Google. Sebab anak Gen Z saat ini, banyak yang mencari sesuatu melalui Tiktok, Youtube yang lebih audio visual. Bahkan jawaban dari AI lebih cepat tanpa perlu repot membuka browser dan pindah-pindah halaman.

0 Komentar:
Posting Komentar